Hadiah Paling Mahal
Kalau kamu bertanya, hadiah paling mahal apa yang pernah aku dapatkan? hadiah itu adalah doa. Panjang umur dan sehat selalu. Dua harapan paling indah.
Aku bersyukur karena bisa terlahir dan hidup dengan keluarga yang sangat menyayangiku. Di setiap tahunnya, apabila ada salah satu anggota dari kami yang berulang tahun, kami merayakannya bersama. Berkumpul dengan seluruh anggota yang alhamdulillah masih lengkap, menyanyikan lagu selamat ulang tahun, memotong kue, dan membuka kado. Rasanya sangat menyenangkan.
Namun, aku sadar bahwa kebahagiaanku saat ini tidaklah abadi. Semua akan hilang, pada waktunya. Pertanyaannya adalah, apakah aku sudah siap untuk kehilangan semuanya?
Dari pertanyaan tersebut, aku menjadi sadar bahwa semua yang aku miliki saat ini adalah sebuah kenikmatan yang tidak dapat terbayarkan oleh apapun. Aku sadar bahwa cepat atau lambat, semua tak lagi sama.
—
Satu momen yang membuatku merasa terpukul hingga saat ini adalah kepergian nenek.
Saat itu, dapat dikatakan bahwa aku masih belum cukup dewasa. Aku masih menjadi seorang remaja yang berpikiran bahwa hidupnya hanya untuk bermain. Aku tinggal di rumah bersama orang tua, adik-adik, nenek, dan asisten rumah tangga.
Aku memiliki seorang nenek yang sangat sayang kepadaku. Semuanya tampak biasa saja. Nenekku tidak pernah mengeluh sakit. Bahkan di hari kepergiannya, aku masih sempat berpamitan untuk berangkat ke sekolah. Semuanya terasa normal. Tidak pernah terpikir olehku bahwa aku akan kehilangan seseorang yang begitu tulusnya menyayangiku.
Masih teringat jelas bagaimana sakitnya perasaanku saat itu. Aku merasa menyesal, aku belum bisa menjadi cucu yang baik dan berbakti. Terlalu banyak hal yang ingin kusampaikan, namun belum pernah terucap sedikit pun.
—
Kepergian nenek menjadi salah satu dari kabar duka lainnya yang pernah menghampiriku. Dari semua yang sudah terjadi, aku belajar bahwa sudah seharusnya aku lebih menghargai, menyayangi, dan mengapresiasi atas segala hal yang hingga sampai detik ini masih melengkapi dan hadir dalam hidupku.
Hari ini aku bangun dari tempat tidur dalam keadaan sehat dan masih dapat bernapas dengan baik. Ya, aku masih beruntung. Di luar sana mungkin banyak yang sedang merasa tidak sehat. Atau mungkin terpaksa berbaring di rumah sakit untuk menyembuhkan sakitnya.
Aku bersyukur masih dapat hidup dan beraktivitas. Berkat dua hadiah paling mahal dari orang-orang yang menyayangiku dan masih menyertaiku hingga detik ini. Terima kasih untuk hadiah paling mahal yang aku miliki, panjang umur dan sehat selalu, semoga kamu juga begitu!
Comments
Post a Comment