Pesan buat maba : Do's and Don'ts Ikut Kegiatan di Kampus!
Halo teman-teman!
Apa kabar? Semoga selalu baik yaa dan selalu jaga kesehatan di situasi saat ini. Seperti judul yang udah tertera, pada tulisan kali ini aku mau berbagi cerita tentang pengalaman aku mengikuti kegiatan kampus. By the way, tulisan kali ini aku pake bahasa yang santai ajaa yaaa hehe. Hope you'll enjoy and happy reading! :)
—
First of all, mungkin aku belum pernah ngenalin diri secara khusus di laman blog aku xixixi. So, let me introduce myself yaa! Aku Nadya dan saat menulis tulisan ini, aku sedang menjadi mahasiswa jurusan geografi semester 4 di Universitas Indonesia. Udah hampir 2 tahun aku menjadi seorang 'mahasiswi'. Jujur nggak kerasa banget lho! Pas awal-awal aku mulai nulis blog aja dulu masih SMA dan masih jaman-jaman galau PTN hihi. And here I am, udah duduk di semester 4 dan udah melalui cukup banyak manis pahit perkuliahan :D
Tahun pertama,
⚡️ Don'ts : Pasif dan nggak mau coba hal baru
Awal memasuki dunia perkuliahan pastinya akan terasa menyenangkan. Jujur, aku saat itu juga sangat bersemangat untuk daftar ini itu. Kalau ngeliat tulisan "open recruitment" rasanya pasti pengen langsung kepoin terus kalo menarik pengen cusss daftar nggak sihh?? Tapi, it's okay. Hal itu sangat amat wajar kok untuk seorang maba yang pengen coba ini itu. Apalagi di awal perkuliahan juga jadi saat yang cukup krusial buat nyari temen sebanyak-banyaknya. Pasti bakal asik banget kan kalo punya banyak temen apalagi dari berbagai jurusan dan fakultas!
Kalau di kampusku, sebagian besar di semester ganjil itu banyak oprec kepanitiaan acara-acara kampus. Buat kamu para maba, boleh banget mendaftarkan diri menjadi staf di divisi yang jadi passion kamu. Nah, di semester genap biasanya baru deh, organisasi kayak BEM, Himpunan, dan beberapa UKM kampus biasanya akan dibuka.
Hmm... emang bedanya kepanitiaan sama organisasi apa sih?
Singkatnya kalau kepanitiaan itu adalah sebuah project acara dan beberapa kepanitiaan biasanya juga bagian dari proker suatu organisasi. Untuk periode kegiatannya biasanya cuma beberapa bulan aja. Nah, untuk pengalaman jangka pendek, ikut kepanitiaan bisa jadi pilihan yang tepat! Beberapa contohnya kalau di kampusku adalah UI Art War, OIM UI, OLIM UI, dan masih banyak lagi.
Sedangkan, kalau organisasi di kampus itu rata-rata periodenya satu tahun. Selama setahun bakal banyak yang dilakuin karena setiap divisi mereka punya prokernya masing-masing. Mungkin beberapa organisasi seperti BEM bakal cukup hectic dan banyak kegiatan. Walaupun terlihat lebih capek, menurutku tetep worth it kok untuk dicoba! Karena dengan berorganisasi, banyak banget skill yang bisa kita latih, seperti komunikasi, team work, time management, dan masih banyak lagi. Beberapa contoh organisasi di kampus di antaranya adalah BEM, Himpunan, dan beberapa organisasi tingkat kampus lainnya.
Kalau untuk persamaannya, sebagian besar mereka merekrut anggota dengan dua proses, yaitu isi form dan wawancara. Dua itu udah paling umum banget! Beberapa organisasi lain biasanya bisa lebih ketat dengan tambahan Focus Group Discussion atau ada kaderisasinya dulu, dan masih banyak variasi lainnya. Jadi, pastiin saat kamu mau daftar dicek baik-baik yaa kriteria dan kualifikasi dari tiap kepanitiaan/organisasi. Jangan sampai pas ternyata kamu udah keterima, malah nyesel karena ngerasa nggak minat di situ hihihi!
Ohiyaa! selain ikutan kegiatan di kampus, coba deh, liat-liat juga kegiatan di luar kampus. Mungkin kayak kesempatan mentoring, leadership program, konferensi nasional, dan masih banyak lagi. Bagus banget kalo kamu udah mulai membangun relasi dengan mahasiswa dari universitas lain. Inget, kalau networking itu mahal! Jadi, jangan pernah sia-siain kesempatan yang ada yaaa.
Tahun kedua,
⚡️ Don'ts : Terjebak zona nyaman
Perjalanan kamu selama setahun di perkuliahan mungkin udah cukup banyak. Setelah kamu mencicipi banyak kesempatan, sekarang saatnya kamu coba challenge yourself a bit more. Nah, mungkin sebelumnya kamu udah ngerasain jadi staf di organisasi dan kepanitiaan. Saat kamu memasuki tahun kedua, pas banget untuk kamu coba naik level jadi PI atau BPH.
Buat yang masih asing sama PI BPH itu apa. Singkatnya, dalam sebuah organisasi (terutama organisasi di kampusku) ada tiga lapisan. Pertama PI, BPH, dan staf. PI itu singkatan dari Pengurus Inti yang mencakup ketua umum, sekretaris, bendahara treasurer dan controller, serta koordinator. Kalau BPH atau Badan Pengurus Harian itu adalah kepala divisi/biro/departemen yang memegang staf. Jadi mereka membawahi para staf di divisinya. Sedangkan kalau staf itu adalah anggotanya.
Nah, bagi para mahasiswa tahun kedua, pas banget untuk mencalonkan diri jadi PI atau BPH. Biasanya, perekrutan PI BPH dibuka sebelum perekrutan staf. Kalau untuk tahapannya sendiri biasanya juga nggak jauh berbeda dengan staf. Tapi, untuk PI BPH biasanya pertanyaan wawancaranya akan lebih tinggi tingkat kesulitannya (wajar juga sih karena amanahnya lebih besar xixi).
Kok penting sih kita harus take a higher role?
Sebenarnya ini tergantung dari persepsi masing-masing, sih. Kalau dari aku, ketika kita punya role yang lebih tinggi it means that we also have a bigger responsibilities. Dari amanah besar yang kita pegang, bakal banyak banget pengalaman dan skill yang bisa kita dapat. Salah satu yang menurutku paling signifikan adalah problem solving. Kita akan dituntut untuk menyelesaikan berbagai hal terkait dengan role tersebut. Percaya deh, ada momen di mana kamu capek dan mengeluh. Tapi, di sisi lain kamu bakal mengagumi diri kamu sendiri dan berpikir, "Ternyata aku hebat juga, ya. Bisa ngelaluin semua ini dengan baik." eventually...
Bagi para mahasiswa semester 3 dan 4 juga penting banget untuk mulai mempercantik CV. Selain ikut organisasi dan kepanitiaan dari yang sebelumnya aku ceritain, kamu juga bisa banget cobain internship alias magang! Terutama di saat lagi pandemi kayak gini, semua bisa kamu lakuin secara fleksibel. Tinggal siapin gadget, internet, dan pastinya niat juga dong! Nggak perlu sibuk nyari yang paid dulu, kesempatan internship walaupun unpaid juga udah oke banget kok! Bagian yang terpenting adalah dapetin skill, pengalaman, relasi, sertifikat, dan benefit-benefit lainnya yang nggak cuman soal cuan!
Kalau dari pengalamanku sendiri, sejak semester 3 udah iseng-iseng mulai nyari internship. Sayangnya, belum beruntung. Jadi, punya banyak pengalaman pahit juga ditolak sana-sini. Ohiya, walaupun mostly unpaid, tapi kesempatan-kesempatan itu tetep ketat lho seleksinya. Jadi, kita juga harus mempersiapkan diri dengan baik yaaa tentunya. Selain itu, kenapa menurutku internship di tahun kedua sangat worth it adalah karena lingkungannya. Pengalaman kerja bisa ngajarin kita skill profesional. Dengan begitu, kita bisa makin mengenal dunia kerja itu seperti apa. Tentunya banyak perbedaan dari lingkungan organisasi dan kepanitiaan di kampus. Dari pengalaman tersebut, kita bisa semakin mempersiapkan diri untuk berkarier di masa depan. So, why don't give it a try?
Tahun ketiga,
⚡️ Don'ts : Kebanyakan ikut organisasi
Walaupun aku belum menginjak tahun ketiga, tapi gapapa yaaa sok tau dikit hihihi. Kalau menurutku, di tahun ketiga itu adalah waktu kita untuk benar-benar fokus masa depan. Kamu tetap boleh berorganisasi kok, tapi saranku lebih baik maksimal 1 organisasi ajaa supaya kamu bisa lebih fokus untuk mengikuti kegiatan-kegiatan lain yang lebih dibutuhkan. Selain itu, sebisa mungkin kita juga harus menetapkan goals setelah lulus sarjana. Walau mungkin masih terkesan abstrak, it's okay and I also feel the same way, hahaha. Keep explore aja ya pokoknya!
Nah, cara paling tepat untuk mengeksplor adalah dengan kembali merefleksi pengalaman-pengalaman kamu selama di tahun pertama dan tahun kedua. Coba kamu list down hal-hal apa aja yang kamu good at dan kamu suka. Selain itu, coba kamu pikirin lagi hal-hal apa yang kamu nggak suka dan nggak nyaman untuk dipelajarin. Dari pengalaman yang udah kamu lalui, apa aja keypoints yang kamu dapatkan. Intinya adalah do reflect! Kalau masih terasa belum cukup, terus gali dan jangan takut untuk terus mencoba dan mengeksplor diri kamu. Wajar kok, masih banyak mahasiswa yang juga masih bingung dengan passion-nya. And you're not the only one.
Cara lainnya adalah coba ikutan magang! Nggak berbeda jauh dengan magang yang aku sebut sebelumnya, intinya dengan kamu magang, kamu bisa terjun langsung dan mencicipi posisi kerja tersebut. Tujuannya supaya kamu ada gambaran di pekerjaan nanti. Kalau kamu enjoy, boleh banget jadi salah satu pilihan untuk mencari pekerjaan full-time nantinya. Kalau belum cocok, gapapa kok! Kamu bisa coba untuk mencari posisi lain yang sekiranya bisa sesuai. Pokoknya jangan pernah patah semangat yaaa!
Tahun keempat,
⚡️ Don'ts : Ikut-ikutan teman
Tahun terakhir di perkuliahan mungkin jadi yang paling beda dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau di tahun terakhir, mostly mahasiswa bakal lebih individualis. Temen-temen di sekitar kita udah banyak yang mulai sibuk dengan urusan dan goals-nya masing-masing. Nah, nggak jarang pula kita masih bingung dengan tujuan setelah lulus. Ngeliat si A udah dapet tawaran di perusahaan X, rasanya iri dan pengen juga. Di sisi lain, mikir kalo sebenarnya antara kamu dan si A passion-nya beda. Gelisah, khawatir, dan apapun perasaan itu wajar kok. Just remember everyone has their own pace. Let's just stick and focus on your own.
Kalau yang aku lihat dari pengalaman kakak tingkat, alangkah baiknya ketika kita sudah memasuki tahun terakhir, kita bisa curi start untuk memulai skripsi lebih awal (the sooner the better, isn't it?). Selain itu, di sela-sela kesibukan skripsi, kamu juga udah sangat mungkin untuk merasakan pengalaman magang yang sebenarnya karena sebagian besar internship opportunity dibuka untuk mahasiswa tahun terakhir. So, it is a huge chance for you! Kapan lagi bisa nyicipin dunia kerja di company besar dan dapet uang saku pula lho, hihihi.
—
Terakhir, aku sangat merekomendasikan temen-temen untuk tetep enjoy masa-masa perkuliahan kalian! Mungkin bakal ada sedikit hal-hal pahit selama perkuliahan, but don't worry! Di samping itu, masih banyak hal-hal positif yang bisa kalian mulai lakukan. Kurang lebih sekian sedikit sharing dari aku! Hope it helps yaa:)
Ohiyaaa! temen-temen jugaa feel free yaa kalau ingin curhat atau bertanya apapun seputar perkuliahan ke aku hihihi!
Cheers!
Comments
Post a Comment