This is Why I Love LinkedIn!
Beberapa minggu yang lalu, aku secara 'iseng' mengaktifkan kembali akun LinkedIn-ku. Sebelumnya, aku sudah pernah membuat akun, tapi saat itu aku masih belum mengerti cara menggunakannya dan untuk apa tujuannya. Namun, setelah aku eksplor lebih lanjut, aku benar-benar menyesal kenapa aku baru sadar bahwa LinkedIn ini sangat luar biasa!
Singkat cerita, di kala libur pandemi ini aku sedang menyibukkan diri untuk mempersiapkan seleksi salah satu program Future Leaders. Akhir-akhir ini, aku merasa cukup produktif karena aku mengelilingi diri dengan orang-orang produktif pula. Hingga suatu saat, aku menemukan role model baru. Seperti biasa I love stalking people so much, aku menemukan insight baru dari 'hasil stalk' ku ini! Hehehe. Jawabannya adalah tentang pentingnya platform LinkedIn di era saat ini. Sejak hari itu, keesokan harinya aku benar-benar memodifikasi akun LinkedIn-ku dan memulai untuk mencari connections (kalau di LinkedIn, connections itu semacam 'teman' gitu kurang lebih).
Ternyata beberapa teman di jurusanku sudah memulai lebih dulu untuk aktif di LinkedIn. Aku salut dengan mereka. Mereka ternyata sudah memiliki pikiran yang visioner. Wow. Namun, nggak terlalu banyak juga sih. Oh iya, selama masa pandemi aku sebenarnya banyak memiliki teman-teman baru yang aku dapat dari mengikuti webinar. Teman-teman baruku ini mereka juga teman seperjuanganku dalam mengikuti seleksi Future Leaders. Mereka semua orang-orang hebat dan kita saling memotivasi dan menyemangati satu sama lain (btw kita punya grup support system gitu, hehe). Nah, banyak dari teman-temanku ini ternyata mereka juga cukup aktif di LinkedIn. Walaupun aku merasa terlalu newbie dibanding mereka, tapi aku tetap memberanikan diri untuk saling berkoneksi dengan mereka, hihihi.
Sebenarnya aku bisa bilang kalau LinkedIn merupakan salah satu platform sebagai ajang 'pamer prestasi' but of course in a good way! Kita bisa melihat kualitas seseorang dari rekam jejak pengalaman dan prestasi dari orang tersebut. Jujur, awalnya aku merasa sedikit insecure karena aku bisa dibilang masih terlalu kentang dibanding pengguna LinkedIn lainnya. But at the same time, I feel highly motivated. Sejak saat aku mulai aktif di LinkedIn, aku jadi bersikeras untuk menoreh prestasi, hahaha. Jujur, aku benar-benar jadi mengubah mindset rebahanku menjadi mindset ingin mengikuti banyak kegiatan positif dan banyak mengikuti lomba. Selain itu, dengan mengikuti banyaknya online courses juga ternyata bermanfaat karena bisa kita sertakan di bagian certifications di profil kita sendiri. Jadi, semakin banyak pengalaman dan skill yang kita miliki, maka semakin berkualitas pula profil kita. Benefitnya tentu banyak. Salah satunya adalah profil kita akan tampak lebih menjual di mata para HRD, sehingga akan mempermudah pula dalam mendapatkan tawaran pekerjaan atau kerja sama.
Dari sini aku belajar bahwa LinkedIn merupakan sebuah jejaring sosial yang cukup profesional. Aku selalu mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan dari para penggunanya. I think this kind of social media is way more better than the other one which I always scroll daily (read : instagram) Hahaha.. Tapi aku serius, lho! I'm blessed that I have become the one who addicted with LinkedIn. Ohiya! you can hit me on LinkedIn : Arrizqy Nadya Khairunissa Yulianto or by simply click this link https://www.linkedin.com/in/arrizqynadya/
Hihi, thankyou!(人◕ω◕)

Comments
Post a Comment