pengalaman snmptn 2019 ♡

Jumat, 22 Maret 2019

Hari ini karena aku sedang libur, tepatnya meliburkan diri karena sepekan terakhir baru saja menyelesaikan USBN dan sekolah tidak mewajibkan untuk masuk jadi aku memutuskan untuk di rumah saja. Aku ingat bahwa hari ini adalah hari pengumuman SNMPTN. Dan semalam sebelum pengumuman pun aku juga merasa santai dan tidak deg-degan sama sekali. Jujur, karena aku sama sekali tidak berharap pada jalur 'hadiah' ini.

Beberapa pekan yang lalu atau kurang lebih sebulan yang lalu Alhamdulillah aku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti SNMPTN. Kuota tahun ini mengalami penurunan, tepatnya dari 50% per jurusan di suatu sekolah dan kini menjadi 40%. Atau dengan kata lain 60% siswa lainnya sudah dipastikan mengikuti jalur tulis alias UTBK dan ujian mandiri lainnya. Penurunan kuota ini meresahkan beberapa pihak, termasuk siswa. Namun, di sisi lain hal ini juga merupakan kabar baik karena otomatis kuota untuk jalur tulis semakin bertambah.

Awalnya aku merasa bingung untuk memilih jurusan apa. Tadinya aku ingin lintas jurusan di SNMPTN, namun guruku tidak merekomendasikan itu. Akhirnya aku memutuskan untuk memilih jurusan geografi di Universitas Indonesia. Setelah aku mendiskusikan dengan kedua orang tua mereka pun menyetujui pilihanku.

Tidak jauh dari hari dimana pendaftaran SNMPTN dibuka, aku dan mamaku langsung mendaftar karena khawatir websitenya akan down di hari-hari terakhir. Setelah mengisi identitas dan memilih jurusan serta universitas barulah melakukan finalisasi. Langkah terakhir yaitu mengunduh kartu peserta.


Mengapa aku memilih ekonomi Islam? Heheheh. Mamaku yang menyarankannya. Katanya daripada pilihan 2 kosong, lebih baik isi aja. Lagipula jurusan keduaku juga jauh lebih tinggi dari pilihan pertama dan itu juga merupakan jurusan di rumpun soshum dan sama artinya aku lintas jurusan di SNMPTN. Setelah melakukan pendaftaran, saatnya menunggu hasil pengumuman yang masih diumumkan sekitar sebulan lebih. Dan di sela waktu tersebut aku selalu rajin mengikuti tryout SBMPTN dan terus mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN. Just in case seandainya aku tidak diterima di SNMPTN.

Fyi aku sebenarnya memutuskan untuk lintas jurusan jika aku tidak diterima di SNMPTN. Jadi, aku sudah mulai menyicil materi soshum dari awal sebelum masuk kelas 12. Dan di tempat bimbel pun aku juga belajar soshum. Alasannya adalah aku kurang berminat dengan jurusan-jurusan saintek, misalnya yang berbau teknik ataupun kesehatan. Satu-satunya prodi saintek yang aku minati adalah yang berkaitan dengan lingkungan dan alam. Misalnya prodi perencanaan wilayah tata kota, teknik lingkungan, kesehatan lingkungan, geografi, dan beberapa jurusan terkait.

Okay! Langsung saja kita kembali ke hari dimana hasil SNMPTN akan diumumkan. Tadinya, pengumuman resmi akan diumumkan tanggal 23 Maret yaitu hari Sabtu. Dan beberapa hari sebelumnya, aku mendapat kabar bahwa pengumuman dimajukan menjadi hari Jumat. Tepat sehari setelah selesai USBN yaitu tanggal 22 Maret pukul 13.00

Siang itu aku sudah bersiap-siap untuk membuka laptop dan siap untuk menantikan hasilnya. Dan yaaa, saat itu aku benar-benar deg-degan. Padahal tadi pagi aku masih biasa saja. Perasaanku campur aduk.  Aku tidak begitu yakin akan diterima tetapi aku juga sedikit berharap mendapatkan hijau dan kata 'selamat'. Sebelum log in ke halaman pengumuman SNMPTN, aku sudah berdoa berharap agar diberikan hasil yang terbaik dan berserah diri kepada-Nya. Tibalah pukul 13.00 aku segera mengetik nomor pendaftaran dan tanggal lahir. Lalu mengklik hasil seleksi dan hasilnya...



Alhamdulillah... Aku tidak pernah menyangka akan mendapatkan hadiah berupa PTN yang selama ini aku impikan sejak kelas 10 di waktu secepat ini, bahkan sebelum ujian nasional. Begitu mendapatkan kabar gembira ini, aku langsung mengabari orang tua, keluarga, dan teman-teman dekatku. Mereka pun turut senang dan beberapa teman dekatku juga tak sedikit yang diterima di SNMPTN.


Aku merasa beruntung dan sangat bersyukur kepada Allah SWT. Aku yang tidak pernah menyangka akan diterima melalui jalur SNMPTN pun ternyata bisa. Nothing is impossible. Selama ini aku berpikir realistis untuk menempuh SBMPTN. Karena ekspektasiku hanya jalur tulis lah yang akan mengantarkanku ke universitas impianku selama ini. Dan siapa sangka, ternyata hasil belajarku 3 tahun lah yang mengantarku ke Universitas Indonesia. Pun, ini semua masih terasa seperti mimpi. And it feels like an unexpected gift!



Oiya! sedikit intermezzo kalau dulu (hingga sekarang) aku menempelkan brosur UI di meja belajarku yang tulisannya "are you the next yellow jacket?" supaya aku bisa lebih rajin dan termotivasi untuk belajar. Setelah hari pengumuman SNMPTN, tepatnya di hari verifikasi rapot aku dan mamaku membeli stiker UI yang bertulisan "we are the yellow jacket". Hehehe... so, jangan pernah ragu untuk bermimpi yaa!

Comments

Popular Posts